ANGER

Thursday, January 7, 2010 20:07
Posted in category Home

Today is different for me. Starting the morning, I want to be angry. Please ANGER, go away from me. I don’t like it live in me.

Percepatan UN Perlu Persiapan Matang

Tuesday, December 1, 2009 23:08
Posted in category Home

Wakil Ketua Komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Akhmad Jazuli dari PKS mengimbau, rencana percepatan pelaksanaan ujian nasional (UN) 2010 perlu diikuti dengan persiapan dan kesiapan matang.

“Kematangan persiapan dan kesiapan itu perlu agar tidak menimbulkan permasalahan baru yang lebih fatal, apalagi kalau jadi pelaksanaan pada Maret 2010 yang berarti dua bulan lebih awal dari jadwal UN selama ini,” tandasnya di Banjarmasin, Selasa (1/12).

Selain persiapan dan kesiapan akademis, hal lain yang tak kalah penting berkaitan dengan mental dan spiritual anak didik atau peserta UN.

Pengalaman selama ini, lanjut alumnus fakultas kedokteran yang banting stir kedunia politik itu, banyak peserta UN yang tidak lulus menjadi depresi dan histeris.

“Depresi dan histeris tersebut salah satu pertanda persiapan dan kesiapan mental serta spiritual anak didik atau peserta UN belum betul-betul mantap,” tandas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi pendidikan itu.

Dalam kaitan dengan kesiapan akademis maupun mental dan spiritual, dia meminta, dinas/instansi terkait seperti dinas pendidikan harus betul-betul mempersiapkan secara dini.

Sebagai contoh dinas pendidikan (Disdik) Kalsel harus melakukan koordinasi yang lebih baik dengan Disdik kabupaten/kota baik dalam hal sistem pembelajaran menghadapi rencana percepatan UN maupun pelaksanaan.

Begitu pula, masyarakat dan orang tua hendaknya turut menunjang persiapan dan kesiapan akademis serta mental/spiritual dimaksud, demikian Akhmad Jazuli.

Dalam kesempatan terpisah, ketika dihubungi ANTARA Kalsel, Kepala Disdik Kalsel, Drs. H. Humaidi Syukeri belum bersedia memberikan keterangan mengenai rencana percepatan UN sebagaimana pemberitaan selama ini.

“Kita tunggu saja, bagaimana kebijakan pusat tentang UN karena dalam peberitaan juga tersebar bahwa Mahkamah Agung mengeluarkan putusan melarang adanya UN,” jawabnya singkat.

MA tidak Perintahkan Hapus UN

Tuesday, December 1, 2009 23:05
Posted in category Home

Mahkamah Agung (MA) telah menolak permohonan pemerintah terkait Ujian Nasional (UN) pada 14 September 2009 lalu. Namun putusan ini tidak melarang penyelenggaraan UN.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Nurhadi, menyatakan dalam putusan kasasi MA bernomor 2596/K.PDT/2008 ini, tidak menyebutkan larangan UN. “Putusan kasasi MA tidak menyatakan pelarangan penyelenggaraan UN,” ujarnya di Jakarta, Selasa (1/12).

Amar putusan kasasi MA menyebutkan pemerintah telah lalai memberikan pemenuhan dan perlindungan HAM yang menjadi korban UN. Pemerintah dipandang tidak memperhatikan hak atas pendidikan. “Memerintahkan tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana, dan akses informasi,” ujar Nurhadi sambil membacakan amar putusan.

Pemerintah diwajibkan untuk meninjau sistem pendidikan nasional. Buruknya sarana dan prasarana pendidikan tidak mendukung penyelenggaraan UN. “Pemerintah hanya menaikkan standar kelulusan di tengah satuan pendidikan belum baik,” ucapnya.

Kasasi MA atas UN diputus majelis hakim yang terdiri dari Abbas Said, Mansyur Kartayasa, dan Imam Harjadi. Putusan ini menganggap putusan tingkat banding tetap benar. Gugatan masyarakat atas UN sendiri tidak secara tegas meminta penghapusan UN. Gugatan ini diajukan oleh pemerhati pendidikan dan wakil orangtua korban UN sebanyak 58 orang.

Bayi yang Lahir di Abad Ini Bisa Hidup 100 Tahun

Friday, October 2, 2009 20:28
Posted in category Home

PENELITIAN yang dilakukan di Denmark meyakini sebagian besar bayi di negara kaya yang lahir pada abad ini akan mencapai usia 100 tahun.

Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa penduduk di negara-negara kaya akan mampu untuk hidup tiga dekade lebih lama daripada masa sebelumnya. Yang mengejutkan, tren tersebut menunjukkan mulai menurun.

Dalam penelitian yang dipublikasikan Jumat (2/10) di sebuah jurnal medis, Lancet, para peneliti juga menyatakan bahwa proses penuaan pada diri seseorang ternyata sangat mungkin untuk diubah. Salah seorang peneliti dari Max Planck Institut Jerman, James Vaupel, melakukan penelitian tentang proses penuaan di seluruh dunia dari 2004 hingga 2005. Hasilnya, harapan hidup seseorang terus meningkat di banyak negara, bahkan melampaui prediksi para ilmuwan sebelumnya.

“Di Jepang, contohnya, setengah lebih dari wanitanya yang berusia 80 tahun memiliki harapan untuk mencapai umur 90,” ujar Max. Data di Amerika Serikat, dari 1982 hingga 2000 menunjukkan bahwa terjadi penurunan penyakit dan cacat yang sangat besar terhadap orang-orang tua. Meskipun di sisi lain, terjadi juga peningkatan obesitas yang diyakini dapat memperpendek umur.

Bahkan, seorang peneliti lain menyatakan, perbaikan layanan kesehatan yang mengarah ke tingkat lebih baik akan memperlambat penuaan. “Ini dapat menentang prinsip bahwa ada batasan umur manusia,” ujar seorang pakar penuaan di University College London, David Gems.

Seorang pakar penuaan lainnya dari National Institut on Aging di AS, Richard Suzman, meyakini bahwa usia seseorang secara umum mulai bertambah panjang. Para penduduk dunia diyakininya secara perlahan mulai berubah secara radikal sehingga mendorong usia pensiun agar lebih lama. “Itu akan terjadi sekitar 5-10 tahun kemudian. Kita juga harus mulai memikirkan pembiayaan terhadap umur tambahan mereka tersebut,” tambah Richard.

Guru Kreatif Ciptakan Pembelajaran Asyik

Tuesday, August 4, 2009 21:04
Posted in category Home

Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu

JAKARTA, KOMPAS.com – Guru-guru yang mengutamakan kepentingan anak-anak dalam belajar harus mampu mendorong suasana belajar kreatif dan menyenangkan. Dengan menciptakan suasana belajar tanpa tekanan dan melibatkan peran serta anak didik, pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermanfaat bagi peserta didik.

Demikian terungkap dari perbincangan dengan sejumlah guru Matematika dan Sains tingkat SD dari berbagai Indonesia dalam acara Indonesian Science Festival 2009 di Jakarta, Minggu (2/8). Mereka mengembangkan alat dan metode belajar Matematika dan Sains yang sederhana dan dikemas dalam permainan untuk membantu siswa yang kesulitan memahami pelajaran yang harus dikuasai siswa. Kegiatan dilaksanakan pada 1-5 Agustus di Hotel Bumikarasa Bidakara.

M Mustofa, guru SDN Sapikerep 1, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengatakan siswa SD sulit belajar perkalian dan pembagian jika pembelajaran dilakukan dengan cara konvensional yakni menghafal. Akibatnya, banyak siswa kelas VI sekalipun yang tidak hafal perkalian dan pembagian.

Berangkat dari tanggung jawab sebagai pendidik yang mesti bisa membantu siswa paham dengan pelajaran, Mustofa pun berusaha menciptakan metode menghafal perkalian dan pembagian yang tidak membuat siswa stres. Sejak tujuh tahun lalu, Mustofa memanfaatkan kartu domino sebagai sarana belajar.Setiap kartu domino dibagi menjadi dua bagian yakni jawaban dan soal perkalian atau pembagian. Siswa mesti menemukan soal dan jawabannya di kartu domino lainnya.

“Karena sifatnya permainan, anak-anak jadi senang. Dalam seminggu mereka bisa hafal perkalian. Jam istirahat pun mereka bisa bermain sambil belajar,” katanya.

Mustofa hanyalah satu dari 20 guru Matematika SD lainnya yang dinilai layak berkompetisi secara nasional. Guru-guru kreatif lainnya juga mampu menciptakan cara belajar Matematika yang asyik, seperti memanfaatkan catur, belajar berhitung sambil bernyanyi, hingga ada yang memakai cara lomba lari estafet perkalian membawa kelereng.

Di bidang sains, M Hadi, guru SDN 28 Cakranegara, Nusa Tenggara Barat, memakai kaleng roti, bola pimpong, dan bola plastik untuk membuat siswa SD paham konsep terjadinya gerhana bulan dan matahari.

“Guru mesti bisa mengajarkan hal-hal yang abstrak menjadi nyata buat siswa. Cara belajar seperti itu sangat memudahkan siswa untuk memahami yang rumit dengan cara yang sederhana,” kata Hadi.

Menurut Hadi, guru Indonesia sebenarnya mampu untuk kreatif menyampaikan materi pelajaran. Mereka hanya perlu didorong dan dihargai, sehingga semangat untuk memberikan yang terbaik buat siswa bisa tumbuh dalam diri setiap guru.

“Seringkali dalam pelajaran sains, pemerintah memberi alat-alat yang mahal dan rumit. Kalau rusak, guru nggak mengerti memperbaikinya. Yang ada alat-alat itu jadi mubazir. Yang perlu didoorng bagaiaman guru bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitar sebagai alat belajar,” kata Hadi.

Pada acara Indonesian Science Festival yang dilaksanakan 1-5 Agustus itu, siswa dari berbagai SD di Indonesia juga ditantang untuk bisa menampilkan buah karya dalam bidang sains dan matematika. Kreativitas mereka untuk memanfaatkan sains dalam memecahkan masalah ternyata cukup mengagumkan.

Para siswa SD itu antara lain mampu untuk membuat jebakan tikus listrik, alat deteksi gempa bumi, atau penggiling sambal sederhada. Di bidang Matematika, ada siswa SD yang mampu menciptakan cara untuk mencari bilangan prima 1-100 dengan mudah, ular tangga Matematika, atau tabel penyederhanaan pecahan.

Sumber: http://klubguru.com/2-view.php?subaction=showfull&id=1249260727&archive=&start_from=&ucat=1&