Wakil Ketua Komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Akhmad Jazuli dari PKS mengimbau, rencana percepatan pelaksanaan ujian nasional (UN) 2010 perlu diikuti dengan persiapan dan kesiapan matang.
“Kematangan persiapan dan kesiapan itu perlu agar tidak menimbulkan permasalahan baru yang lebih fatal, apalagi kalau jadi pelaksanaan pada Maret 2010 yang berarti dua bulan lebih awal dari jadwal UN selama ini,” tandasnya di Banjarmasin, Selasa (1/12).
Selain persiapan dan kesiapan akademis, hal lain yang tak kalah penting berkaitan dengan mental dan spiritual anak didik atau peserta UN.
Pengalaman selama ini, lanjut alumnus fakultas kedokteran yang banting stir kedunia politik itu, banyak peserta UN yang tidak lulus menjadi depresi dan histeris.
“Depresi dan histeris tersebut salah satu pertanda persiapan dan kesiapan mental serta spiritual anak didik atau peserta UN belum betul-betul mantap,” tandas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi pendidikan itu.
Dalam kaitan dengan kesiapan akademis maupun mental dan spiritual, dia meminta, dinas/instansi terkait seperti dinas pendidikan harus betul-betul mempersiapkan secara dini.
Sebagai contoh dinas pendidikan (Disdik) Kalsel harus melakukan koordinasi yang lebih baik dengan Disdik kabupaten/kota baik dalam hal sistem pembelajaran menghadapi rencana percepatan UN maupun pelaksanaan.
Begitu pula, masyarakat dan orang tua hendaknya turut menunjang persiapan dan kesiapan akademis serta mental/spiritual dimaksud, demikian Akhmad Jazuli.
Dalam kesempatan terpisah, ketika dihubungi ANTARA Kalsel, Kepala Disdik Kalsel, Drs. H. Humaidi Syukeri belum bersedia memberikan keterangan mengenai rencana percepatan UN sebagaimana pemberitaan selama ini.
“Kita tunggu saja, bagaimana kebijakan pusat tentang UN karena dalam peberitaan juga tersebar bahwa Mahkamah Agung mengeluarkan putusan melarang adanya UN,” jawabnya singkat.

